Cover Album V Maroon 5 Buatan Anak Indonesia

Mas/Kak Bayu ini mahasiswa salah satu Universitas di Jogja ISI (Institut Seni Indonesia) Bikin cover untuk album V nya Maroon 5

Lorde Musiknya Asoy!

Penampilannya memang lebih dewasa dari umurnya yang baru 17 tahun, tapi suara dan lagu yang dia ciptain sendiri itu bener-bener wow banget! Mau tahu lebih jauh?

Kata Pengantar Benar dan Baku (Sudah dianggap benar By Pak Fatchul!)

Saya cuma mau bagi ilmu mengenai cara pembuatan kata pengantar yang benar baku dan tepat. Ini kata pengantarnya sudah melalui 2 kali tahap REVISI!

TOP COVER ARTIST ON YOUTUBE

Yang suka mantengi Youtube, harus tahu siapa aja artis youtube yang kerennya gak ketulungan

The Maze Runner Trilogy

Ati-ati SPOILER guys!

Tampilkan postingan dengan label buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buku. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 November 2014

The Maze Runner Trilogy

[SPOILER!]
Bakal banyak spoiler di postingan ini. buat kalian yang belum baca atau gak mau kena spoiler jangan di baca deh, soalnya susah kalau gak ngasih spoiler di sini.

Maaf teman.. Postingan ini juga panjang, karena membahas tiga novel sekaligus.

Kalau kalian tahu tentang film The Maze Runner yang baru tayang beberapa pekan yang lalu, tentunya kalian juga perlu tahu kalau film tersebut diadaptasi dari novel yang berjudul sama.



Di postingan beberapa hari yang lalu ambo sempat memberi review dan komentar untuk buku pertama The Maze Runner, dan sebenarnya pingin satu-persatu setiap serinya aku review, Cuma mending ketiganya aja sekalian, Yep The Maze Runner memang novel trilogy, untuk spesifikasinya kalian bisa liat di bawah ini:

Author : James Dashner
Genre: Science fiction, Adventure
Rate : T+
Series: The Maze Runner, The Scorch Trial, Death Cure
IDR : 68K-70K

Trilogi novel ini dimulai dari novel  The Maze Runner yang menceritakan tentang kelompok remaja yang semuanya laki-laki dan mereka semua tak punya ingatan tentang kehidupan awalnya sebelum berada di Glade. Di novel ini James Dashner benar-benar apik dalam menggambarkan keadaan dan pengorganisasian anatar anggota Glader. Dimulai dengan Alby sang ketua yang angkuh, berkuasa, dan keras.
Ada juga Newt yang menjadi bawahan dari Alby, mereka berdua yang berkuasa dalam pengaturan para Glader selama berada di Glade.

Di tiap-tiap pengorganisasian para Glader di ketuai oleh satu keeper, mereka yang mengatur dan berkuasa penuh. Rata-rata keeper ini adalah mereka yang paling senior, atau kelompok pertama yang dikirim Creator ke Glade 2 tahun yang lalu.

Buku ini penuh misteri, karena memang James Dashner menggunakan sudut pandang dari Thomas-Grannie baru yang ingatannya juga kehapus—Jadi pembaca juga ikut menebak tentang apa, dimana, mengapa semua terjadi karena memang kita sama-sama tak tahu.

Novel seri pertama ini di penuhi dengan misteri yang membuat kalian bakal gak bisa berhenti untuk membaca tiap-tiap babnya, karena kita butuh tahu kejutan apa yang belum pernah kita ketahui dari Glade, Maze, dan mengapa bisa ada di sana.
Ambo sendiri belum baca versi bahasa Indonesianya, tapi yang jelas gaya bahasa James Dashner ini bener-bener asik. Terlebih panggilan-panggilan atau cara mereka berdiskusi saat gather, salut banget. Dan aku yakin versi asli ini jauh lebih keren dari pada terjemahannya, karena memang kalau di terjemahkan kalimatnya bakal biasa banget.

Dan semua masalah rata-rata berporos pada para ketua, keeper, Thomas, dan Teresa—Glader perempuan satu-satunya yang pernah ada setelah dua tahun-
JADI JELAS NOVEL THE MAZE RUNNER INI KEREN ABIS! Bahasa, penuturan, sikap-sikap tiap karakternya, mister-misteri yang gak kita ketahui itu ajib. Pengen teriak sumpah tiap baca bagian yang seru, terlebih semua scene yang menyangkutkan Newt, Minho dan Runner. HUWOW TOP BANGET. Bikin jingkrak-jingkrak ngebayanginnya. Semua yang menyangkut tentang maze apalagi, itu keren abis. Bahkan tanpa bumbu-bumbu cinta novel The Maze Runner ini tetep bisa bikin kalian yang cewek jadi kesemsem, ambo aja kesemsem sama para Glader wkwkw.

Dan jelas begitu tamat baca The Maze Runner pingin cepet-cepet lari ke buku ke duanya,  dengan semua ekspekatasi yang melambung tinggi. Karena kita pembaca di suguhi berbagai keseruan selama ada di Maze, dan Glader dan ingin tahu apa yang bakal terjadi selepas keluarnya dari Maze. Itu yang ambo rasakan, jadi begitu seri pertamanya habis dalam waktu seminggu, ambo langsung lari keliling Maze buat cari buku seri selanjutnya The Scorch Trial.

Di kelanjutan buku ini ternyata perjalanan eksperimen untuk meneliti variable oleh WICKED berdasarkan teka-teki maze ternyata belum selesai, dan Glader yang tersisa harus kembali melakukan serangkaian trial yang WICKED rancang. Dan kalian beberapa diantara kita pasti ada yang penasaran,
But guess………………………………………………………………….. anjir aja begitu bacanya. Hey maksudnya ada begitu banyak pertanyaan di novel sebelumnya, yang butuh di klasifikasi, nggak harus sih sebenarnya tapi ambo jelas lebih senang kalau James dashner jelasin atau setidaknya mengungkap pelan-pelan tentang pertanyaan yang ada di buku seri pertama. Bukannya ngebet banget, enggak kok. Awalnya sih keren, Cuma begitu kalian baca di pertengahan hapir akhir di buku kedua malah rasanya sebel gitu. 

Misalnya nih, si Thomas jadi mendadak plin-plan sampai kepisah Cuma berdua sama Brenda, sementara yang Glader yang lain sudah jauh banget di luar sama Jorge.
Ambo suka sama Brenda, lebih suka ketimbang Teresa-padahal buku petamanya semua berputar pada ThomasTeresa- tapi lebih keren Brenda kok. Cerdas, kuat, dan asoy. Cuma kalau di pisah dari Glader yang lain malah feelnya gak kerasa. Karena dasarnya cerita ini tentang perjuangan bersama buat ngebebasin hidup yang satu dan yang lain. Jadi lebih suka kalau mereka sama-sama.
Ada lagi yang lebih aneh, Teresa bisa menentukan sendiri kapan bertelepati, tapi Thomas enggak. Yang paling aneh nih saat Teresa dan Aris ngedorong Thomas ke dalam suatu ruangan di Goa yang ada gas-gasnya, terus dikunci, terus Thomas marah dan akhirnya pingsan karena gas-gas itu, tapi di waktu bangun kaya gak ada apa-apa. Cuma ada Teresa yang minta maaf. Nah maksudnya di masukin ruangan tadi buat apa dong? Kagak ada efeknya sumpah. Buat apaahh atuh?

Adalagi Teresa bilang Teresa danAris saling berkomunikasi selama di Glade. Tanpa Thomas, ngebahas apa? dan yang jadi pertanyaan yang paling gede bukannya mereka gak punya ingatan? Dan kalau bisa komunikasi sampai lebih jauh kayak gitu kenapa Thomas gak di beri tahu? Kok kayak janggal,
Maaf kasar Cuma kebawa efek sebel sih habis namatin novel ini, habisnya Thomas kalau ada masalah larinya ke tidur-mimpi-atau kalau gak ya pingsan. Kapan kejawabnya u,u

Tapi keren kok nevelnya. Suwer! Aku suka bagian Thomas dan Brenda yang ke tangkep oleh Blonde Cranks dan temen-temennya. Alasan kenapa Blonde nangkep, andai Blonde bisa ikut bareng-bareng nyesain test juga kurasa bakal seru—opini geje huakakak- apalagi Blonde itu dulu pengacara, dia bahkan punya senjata api-yang harusnya gak ada- itu keren. Harusnya Blonde diajak dong yaa..
Atau waktu bagian cewek-cewek grup B nangkep Thomas. Keren, cowok Glader semua pada kalah garang sama cewek-cewek grup B. Thomasnya jadi kayak tikus diatara kucing-kucing garang. Dialognya Thomas lucu loh hahaha kayak kepepet gimana gitu, apalagi sarkamenya Thomas gokil abis.
 
Dan akhir dari dari seri ini adalah janji yang tak tertepati. Gak ada obat, tapi mereka yang selamat bisa di amankan. Seenggaknya mereka rehat dari kelelahan test.
Sebenernya endingnya gak enak, karena masih belum ada jawaban. Dan kita ditinggal tidur sama Thomas dan Teresa. Belum lagi Brenda di bawa, tapi Thomas percaya-percaya aja. Percaya sama WICKED? yang bener ajuahhh.

Berharapnya sih Thomas jangan tidur dulu cari sesuatu apapun yang bisa di jadikan petunjuk di Berg mungkin (?) karena pembaca butuh bantuan petunjuk juga.

Gak lama setelah namatin buku keduanya, ambo lanjut ke buku terakhir, karena sesuatu yang di biarkan ngambang dan gak tahu apa –apa itu gak asik. Ya gak? So lanjut ke Death Cure, dengan dada berdebar menanti jawaban yang masih di php-in sama James Dashner.
Bagaian awalnya bagus banget, bisa mengobati ambo yang mulai merindukan gaya ceritanya. Karena di novel terakhir ini James Dasner balik lagi ke gayanya di novel pertama. Pendiskripsian apa yang Thomas rasaain saat dikurung sendiri di ruang putih kosong itu aku suka. Entahlah ambo suka liat Thomas tersiksa wkwkwkwk.
 
Apa lagi waktu Thomas di bebasin dari ruangannya dan boleh bertemu dengan teman-temannya. Oh so sweet banget. Kangen juga rasanya.. Sama Newt, Minho, Harriet, Frypan, sama Aris juga. Teresa? Entahlah jadi biasa ajah. 

Thomas bisa melihat kalau Glader yang lain juga  sama kesiksanya seperti dirinya. Cuma bisa mbayangin test apa yang Glader lainnya dapetin saat Thomas dikurung di ruangan serba putih—karena kata Rat face tiap glader dapet testnya sendiri-
Kebanyakan buku terkahir seperti ini akan berakhir pada pemberontakan dan ngebebasin diri dari apa yang membelenggu mereka.  Dan yeah memang itu ceritanya. Intinya para Glader sudah muak dengan test yang bisa kapanpun mencabut nyawa mereka. Jadi mereka kabur dari WICKED.
Tapi Thomas, Minho, Newt ditinggal kabur sama yang lain. DENG DENG.
Jadilah mereka berjuang untuk kabur bertiga, plus Jorge dan Brenda.

Glader yang lain sudah kabur duluan setelah mendapatkan ingatannya kembali, sedangkan Thomas, Newt dan Minho gak mau otaknya diobok-obok sama WICKED.
Meskipun Cuma berlima tapi, dengan semua usaha mereka bisa kabur dari WICKED. Banyak adegan tembak-tembakannya, seru. Tapi memang ambo dapen kesan yang sama tentang semua yang seperti sudah di planning sama WICKED.

Tapi mereka berhasil kabur. Yeay! Dan tebak apa? Newt ditinggal sendiri di pesawat! Huwowo! Horey! Keren! Hell-o! yang bener ajah! Marah nih.
Fyi Newt itu bukan Munies dan dia terkena Flare-virus yang memakan kewarasannmu- tapi yang bener ajah masa di tinggal sendirian di pesawat. BIG NOO! Setelah Newt titip surat rahasia yang gak boleh di buka untuk Thomas, Newt di tinggal huaaaaaaaaaaaaa…………

Minho jadi arogan di buku ini, padahal dulunya Minho itu keren, pinter, asik, punya tak-tik dan bisa diandelin. Dan Thomas jadi kekank-kanakan, masa dia tetep tinggal di cafĂ© waktu semua orang pada lari karena ada penangkapan Cranks yang ketahuan ada di dekat orang sehat. Dan Thomas tetep duduk aja, Jelas atuh dia dicurigai. 

Belum lagi maksudnya Rat face, gak jelas. Nyelametin Thomas, padahal dia mau nangkep Thomas. Kalau nangkep padahal gampang banget, orang dia ada helicopter dan ada tembak juga.
yang bisa tetep bikin ambo baca adalah karena ada Gally, dan pemberontakan. Dan yang paling penting adalah Newt. Cuma Newt yang bikin ambo tetep baca bukunya, sekalipun sikap calm Newt perlahan hilang, tapi masih bisa diterima.
Dan yang bikin banjir adalah Newt yang ketangkep dan di bawa ke Cranks Palace. Saat Minho dan Thomas pingin bantu Newt yang udah di ambang kewarasannya. Sumpah itu swedih,Thomas dan Minho berusaha ngebujuk Newt buat tetep bersam mereka, tapi Newt gak mau. Jelas dia gak mau kalau sahabatnya sendiri ngelihat kalau perlahan kewarasannya mulai kemakan Flare.

Dari sini aku mulai kembali ke euphoria The Maze Runner. Rasanya seperti balik lagi ke Maze, tentang gimana mereka dulu berjuang, miss banget.
Dan klimaksnya Newt di tembak Thomas, di halaman hampir terakhir. Dari novel yang tebel ini scene yang paling apik. Entah itu penggambarannya, tokohnya, suasananya, semuanya mendukung.

BUT……… hal terakhir yang bikin sebel habis-habisan adalah ending akhir bukunya;
Karena apa? pemberontak—right Army atau apa itu lupa yang sama Gally- mereka gak ada bunyinya setelah itu, berlainan jalan. Teresa mati, Glader yang tersisa ya Cuma itu. Endingnya adalah mereka Munies yang selamat akhirnya di selamatkan C. Ava Paige,—ketua WICKED- mereka di transfer ke suatu negara antah berantah, sementara yang lain di tinggal. Cuma Munies yang bisa selamat. Sementara mereka yang masih waras tapi tak punya kesempatan tapi bukan Munies di tinggal bersama kumpulan Cranks yang makin menyebar.
 
CUMA MUNIES!! Loh yah itu yang bikin ambo dari tadi emosi. Jadi mereka yang gak berdosa dan gak tahu apa-apa gimana? Gunanya penelitian WICKED? Variablenya gak berhasil? Gagal? Chonselor Paige sendiri gimana? Ikut jadi Cranks gitu? Hey.. hey.. gimanaaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaa..  Jadi intinya semua orang yang berkorban dan mati kesannya gak ada artinya gitu. Orang diluar sana masih ada yang bisa di selamatin.

Wuowowowowow! AAAAAAAAAAA!! Maaf kritik mulu, habisnya sebel setelah namatinnya. Selalu karakter yang ambo favoritin mati mulu hufttt… kalian tahu lega setelah ngomong panjang lebar, karena dasarnya dari tadi sebel jadi ya gini jadinya. Maaf ya.. terlebih buat James Dashner I beg for your forgiveness, Sir hueheheheh But, seriously WTF, oke pardon me-again-

Jaa panjang kan, keren kalau kalian baca sampai kebawah sini. Byee guys~

Minggu, 02 November 2014

The Hunger Games: Mockingjay. Final!

Bulan November ini, The Hunger Games Mockingjay Part 1 bakal di rilis. Cuma sebelnya nih kenapa pakai di pisah-pisah part 1 dan 2. Tapi ya sudahlah teman-teman, orang kita tinggal nonton kok, Cuma sebel di bagian nunggunya aja sih setahun baru bener-bener taman.
Sebagain film keren memang suka begitu,biar lebih detail dan puas.
But sama seperti biasanya, ambo gak bakal cerita tentang film orang dirilis aja belum hehhe..
Like always ambo kita disini akan bahas mengenai novelnya. Buat yang mengikuti, sebelumnya saya sudah bahas novel The Hunger Games inisecara keseluruhan (ketiga triloginya) dan juga membahas khusus seri pertamanya. Dan sepertinya kita skip untuk seri keduanya. Langsung aja lirik dulu spesifikasi novelnya.

The Hunger Games: Mockingjay:
Ganre              : Adventure, and action.
Rate                : T++
Author             : Suzanne Collins
Trylogy            : The Hunger Games, Catching Fire, and Mockingjay.
Price                : IDR 68000 – IDR 70000
Ebook              : Available in English (Di akhir post aja ya atau baca di bawah ada kok :P)

Ini adalah novel terakhir dari trilogy The Hunger Games. Bukan lagi menceritakan bagaimana caranya para tribute untuk survive di arena, melainkan sudah beranjak menuju yang lebih rumit lagi.
Katniss Everdeen bersama Finnick Odair dan Beete adalah tiga tribute yang berhaasih di selamatkan untuk keluar dari arena. Peeta Melark, Joanna Mason dan seorang dari distrik 2 (Enobair kalu gak salah tulis) tak sempat diselamatkan dan ditahan oleh Capitol. Sisanya mereka tewas diarena berdasarkan The Hunger Games: Catching Fire.

Kalau di movieya Catching Fire sedikit menggantung dan kurang pas atau entahlah kurang enak mengakhirinya kalau menurutku. Jadi ambo cerita in sedikit.

Sebagian dari tribute sebenarnya sudah membuat kesepakatan untuk melakukan misi penyelamatan. Misi utama mereka memang hanya menyelamatkan Katniss, dan kalau semisal mereka semua bisa keluar itu adalah bonus, tapi tidak dengan Peeta Melark. Peeta juga di jadikan prioritas karena jika Peeta tewas Katniss tak akan bisa mempercayai siapapun, sekalipun mereka ada di pihaknya. Dan untuk menghindari hal berbahaya lainnya tak ada yang memberitahu tentang misi penyelamatan itu pada Katniss.

Peeta berulang kali lolos dari maut dan harus dibayar oleh nyawa dari tribute yang lain. Kebeanyakan dari aliansi tribute itu menyelamatkan nyawa Peeta, mengharapkan sebuah rebellion berhasil dikobarkan nantinya.
Tapi diakhir cerita Mereka hanya berhasil menyelamatkan tiga Tribute yaitu Katniss, Finnick, dan Beete. Sisanya ditangkap atau tewas di arena.

Dan selanjutnya ketika Katniss sadar mereka sudah dalam perjalanan menuju Distrik 13—yang konon sudah rata dengan tanah, tanpa ada Peeta dalam pesawat itu.

Yang jadi penutup buku seri kedua ini adalah Katniss mengamuk pada Haymitch dan yang lainnya, atas semua penyelamatannya, atas rencana yang tidak diketahuinya, dan atas Peeta yang berhasil diselamatkan.
Katniss tak mau berbicara pada diapapun, hanya diam dengan semua pikirannya yang menggenakan nama Peeta. Dan saat sekelilingnya bertanya macam-macam dia akan menjerit untuk dijjadikan alasan mendapat obat bius dan tak mendengarkan banyak pertanyaan. Katniss tak sedikitpun bicara, yang ada hanya pikirannya tentang Peeta. Sampai akhirnya dia baru berdebat singkat bersama Finnick tentang apa yang akan dilakukan Finick jika Annie—kekasih Finnick- ditangkap sama seperti Peeta, dan hal itu berakhir pada di biusnya Katniss.

District 13

Di buku terakhir The Mockingjay. Katniss dan beberapa penduduk distrik 12 yang selamat dari pemusnahan yang dilakukan Capitol mengungsi di distrik 13, sebuah distrik yang nyatanya masih ada, dan justru sangat maju padahal telah di bumi hangsukan. Mereka tingal di bawah tanah dengan senjata nuklir andalannya.
Katniss meninggalkan segala rutinitasnya, tak pernah mau melakukan kewajibannya sebagai Mockingjay—simbol pemberontakan-. Tak pernah mau untuk ambil bagian, di tangannya bahkan ada gelang yang menunjukan kalau Katniss belum stabil. Katniss selalu menghindar dan bersembunyi, saat ada rapat membahas tentang pemberontakanpun KAtniss hanya diam.

Sampai akhirnya siaran Capitol masuk, dan Katniss lihat ada Peeta disana, di Capitol.
Dari sinilah Katniss yang setengah stress atau kurang stabil mulai mau ambil tindakan. Bukan lagi diam seperti biasanya, dan dari sinilah akhirnya Katniss yang dulu penuh dengan kebebasannya mulai kelar—pelan-pelan shih sebenarnya- Cerita dari karakter lain juga di jabarkan apik. Finnick yang juga terkena gangguan mental karena Annie Cresta di Sandera pihak Capitol juga bangkit bareng Katniss.

Intinya Katniss tahu kalau Peeta masih hidup dan itu cukup buat Katniss untuk bangkit dan melakukan apapun asalkan dia bisa bawa Peeta pulang bersama.
Katniss mulai mau melakukan apa yang di perintahkan, begitu seterusnya sampai pihak Capitol kalah telak dengan semua pemberontakan yang terjadi. Kita akan diajak berpetualang dalam segi pemberontakan dan aksi-aksinya.

Tapi karena semua pemberontakan yang Katniss lakukan akhirnya Peeta dan sadera lainnya yang dapat hukuman dari Capitol. Bahkan Peace Keeper daari distrik 12 yang di potong lidahnya karena dulu bantu Gale juga dihukum mati-matian bareng yang lain.

Semuanya kacau. Sampai akhirnya Katniss tidak bisa lagi terus menunjukkan aksi pemberontakannya karena dia tahu yang menerima impasnya adalah Peeta dan yang lain.
Katniss yang tetap berpendirian memberontak terhadap Capitol dan Peeta yang butuh perdamaain meskipun tanpa langsung atas dasar pihak Capitol, mereka dua-duanya sama dalam tekanan. Ingin saling membantu tetapi tak tahu harus bagaimana.

Banyak pertumpahan darah yang terjadi. Dan Katniss mulai tertekan lagi pada suatu titik, yang dia inginkan hanya satu saat itu yaitu Peeta bisa selamat bersamanya.

Dan mereka semua bersatu buat merebut kembali kebebasan mereka, hak mereka dari pihak Capitol yang ada di bawah pimpinan Presiden Snow. Bahkan ada banyak pemberontak di lapisan dalam Capotol sendiri.
Itulah yang bisa saya ceritakan sedikit, ambo gak mau kasih spoiler lebih jauh deh entar gak seru mending 
baca bukunya gih hehehe, atau nonton filmnya juga asik. Nih ada trailernya



Sampai lupa nih link download The Hunger Games: Mockingjay
Atau kalian pingin baca? Nih di bawah ada kok guys..

Yang jelas ceritanya keren meskipun ada rasa juengkel setenganh mati gara-gara……… ahhhhhh tidak!! Oke stop spoilering yeh hehe. Pokoknya mabo love PEETA! KATNISS! FINNICK!
AYOO NONTON MOCKINGJAY BARENG YUKKK.. PM me hahahahha see you guyss~

lariiiiii booking tiket nonton euy~

Minggu, 07 September 2014

Novel The Hunger Games I

Haii.. Hallo.. holla.. Sudah pada tahu seri ke-1 novel The Hunger Games? Karena kemarin aku sudah merekomendasikan tentang novel The Hunger Games yang aku posting disini, kali ini aku akan membahas novelnya satu per satu. Hari ini kita akan berbicara banyak tentang novel seri pertamanya. Buat yang belum baca baca dulu aja biar seru, tapi kalau penasaran monggo baca terus kebawah.




Novel ini diawali dengan pengenalan tokoh utamannya Katniss Everdeen, gadis berusia 16 tahun dari district 12 yang tingkat kemiskinannya di ambang batas. Dia tinggal bersama ibu dan adik perempuannya. Dan sebagai anak pertama jelas kalau dia punya naluri untuk menghidupi keluarganya yang tersisa, terlebih Katniss tak bisa mengandalkan ibunya yang dulu saja hampir tak mengurus kedua anaknya, karena terpuruk atas kematian Mr. Everdeen.

Kemiskinaan bukan yang menjadi sorotan utama cerita ini, yang jadi sorotan adalah sistem pemerintahan mereka yang dipimpin oleh Capitol, atasan mutlak yang hampir memegang kendali penuh seluruh district. Sebuah permainan tahunan mereka adakan, yang melibatkan 24 anak usia 12-18 tahun dari 12 District untuk bermain dalam sebuah permainan maut yang dikenal dengan The Hunger Games, permainan yang mengharuskan mereka untuk menghabisi tribute lain untuk jadi pemenangnya. Psikopat mana yang suka dengan permainan itu, jawabannya adalah masyarakat Capitol yang memiliki kasta lebih tinggi dari pada mereka yang berasal dari district-district.

Dan seluruh anak remaja usia 12-18 tahun dari 12 distric itu didaftarkan secara permanen yang nantinya akan di undi untuk mengambil satu remaja putri dan satu remaja putra. Di district lain seperti district 1, 2 dan 4 terpilih menjadi tribute adalah suatu kebanggaan, mereka dilatih menjadi karier yang siap tempur, tak ayal mereka punya kemampuan bertarung yang hebat. Tapi di lain district seperti district 12 terpilih menjadi tribute sama artinya menggali kuburan mereka sendiri, bukan suatu hal yang pastas untuk dibanggakan saat kau dihabisi di depan banyak penonton.

Tapi mereka mana mampu melawan Capitol, karena tujuan utama adanya permainan ini sejujurnya adalah sebagai penginggat bahwa Capitol punya kuasa, dan mereka yang melawan akan di bumi hanguskan sama seperti mereka yang ada di district 13. Yang artinya membrontak sama dengan mati.
Katniss dan adiknya Primrose Everdeen jelas terdaftar menjadi calon tribute putri, Primrose masih berusia 12 tahun dia hanya di daftarkan satu kali, beda dengan Katniss yang berusia 16 tahun yang wajib mendaftarkan udian namanya lima kali, dan mengingat bahwa dia juga membutuhkan banyak uang untuk biaya hidupnya, Katniss mendaftarkan namanya sampai 16, sahabatnya Gale bahkan mendaftarkan namanya 48 kali. Bukan hal yang curang, atau ingin terpilih , melainkan untuk mendapat tunjangan untuk memenuhi hidup mereka selama setahun penuh tiap satu nama yang mereka daftarkan.
Tapi naas dari begitu banyak nama malah nama Prim yang keluar sebagai tribute, antara takut, cemas, putus asa, dan marah berkecamuk dalam diri Katniss karena hanya ada satu nama adiknya yang ada di dalam undian dan satu-satunya orang yang Katniss sayang harus bertempur nanti arena. Dari situlah Katniss tersadar dan tanpa berpikir panjang mengajukan dirinya sebagai tribute untuk menggantikan sang adik. Aku suka bagian ini, bikin merinding, terasa banget rasa putus asanya.

Dan dari situlah semua bermula, Partnet tributenya adalah pemuda pirang yang pernah menolong Katniss dulu, dan sekarang mereka harus saling menghadapi saat berada di arena nanti.

Novel ini sangat bagus, begitu menguras emosi. Terlebih masalah remaja yang diangka, sebuah cinta segitiga yang bahkan Katniss tak pernah sadari. Andai belum melihat filmnya pasti kalian akan menebak jika Katniss akhirnya nanti akan bersama Gale, sebuah paradigma lama yang menjelaskan bahwa cinta bisa datang karena selalu ada untuk saling melengkapi. Tapi coret itu semua, karena ada yang ada seseorang diluar lingkup mereka yang diam-diam berusaha masuk dalam lingkaran milik gadis tangguh itu, hanya saja dia tak pernah bisa untuk merealisasikan lebih. Banyak terjadi kesalah artian di tiap-tiap bagiannya. Bermula dari Peeta Melark tribute pasangan Katniss yang terlihat seperti kawan, yang pada akhirnya lebih mirip seperti lawan. Pembimbing yang hanya bisa membantu satu tribute untuk jadi pemenang dan melepaskan yang lainnya. Permainan-permainan kotor mereka, semuanya diulas lebih.
Belum lagi Gale sahabat Katniss yang diam-diam menyukai Katniss, dan saat di arena semua berubah menjadi tak terprediksi. Semua baru terkuak di akhir, yang memberi tahu bahwa Peeta sejujurnya membantu agar Katniss bisa keluar jadi pemenang meskipun dia sendiri sadar kalau dia tak ada peluang, karena menomor satukan Katniss.

Dan apa yang Katniss terjemahkan dari semua perlakuan Peeta adalah bahwa Peeta sama-sama bermain peran seperti dirinya. Bahwa itu satu-satunya cara menarik perhatian sponsor agar mereka nantinya bisa selamat sampai di akhir nantinya. Sumpah nyesek tuh jadi Peeta huaaaa. Kalau membaca novelnya bagian romance antara Katniss dan Peeta jauh lebih terasa, terasa sakitnya. Maksudnya betapa menderitanya mereka, dan aku jauh lebih bersimpati pada Peeta ketimbang Katniss, tapi Katnuss juga kasihan banget, adoohh, Rue juga kasihan, Cato dan Clove meskipun jahat juga kasihan, semuanya kasihan! Apalagi Foxface! Emosi banget waktu baca. Gale boleh jauh lebih keren dari Peeta, tapi jelas Peeta jauh badai gelora asmara dari pada Gale, ahahaha ngomong apa. Ini pendapatku aja sih, jangan terlalu dibawa suasana ya guyss :P


Aduh bingung mau cerita gimana lagi, intinya interaksi mereka di arena jauh lebih bagus digambarkan dalam novel ketimbang di filmnya, tapi aku mengakui bagian pertarungan dalam film jauh lebih bagus dan penuh penghayatan di tiap scene filmnya, lagi pula ada bagian dimana film itu lebih mendramatisir dan dapet. Tapi tetep yang baca bukunya bakal lebih bisa memahami seluk beluk dari The Hunger Games. Dan bagaimana semua itu berjalan dengan perlahan, mengalir lembut seperti embun pagi. Jadi gimana niat untuk membaca? Baca aja bagus kok hehehe, aku ada ebooknya tapi lebih enak beli, karena ebooknya bahasa Inggris, yang bahasa Indonesia belum ada. Sudah dulu ya, kapan-kapan balik lagi dengan reviewan yang lain. Buabayyyy ~ ♥♥♥
May the odds be ever in your favor !

Minggu, 31 Agustus 2014

The Hunger Games (Rocommendation)

Hai, holaa, haloo..
Kalian pernah kan pingin baca sesuatu tapi belum tahu bacaan apa yang bagus? Pernah gak? Kalau pernah atau sekarang lagi butuh rekomendasian novel keren nih, kalian bisa baca ajah blog ini. Karena apa? Mulai sekarang saya sudah tahu mau menempatkan diri dimana di blog ini. Huray! Yap blog ini bakal menyuguhkan tentang novel, buku, atau komik—Terserah saya, moodnya yang mana-. Oke gak idenya? Huehehe..
Balik ke topic yang ada di judul. Kali ini saya mau bagi-bagi review tentang novel The Hunger Games.
Tenang guys, sebagai tukang yang suka merekomendasikan novel saya gak bakal nyeritain kecuali kalau memang postnya bukan untuk Recommendasian, karena itu bisa mengurangi campuran rasa saat kalian baca novelnya nanti. Saya hanya akan memberi arahan ke pada yang mau dan penasaran sama trilogy novel The Hunger Games. Dan novel ini akan jadi makin keren kalau kalian membaca novel dulu dari pada filmnya. So here we are~

The Hunger Games:
Ganre              : Adventure, and action.
Rate                : T+
Author             : Suzanne Collins
Trylogy           : The Hunger Games, Catching Fire, and Mockingjay.
Price                : IDR 65000 – IDR 70000
Ebook             : Available in English (Di akhir post aja ya :P)


Buat kalian yang suka novel berbau aksi, petualangan, dan ada bumbu cintanya sedikit, novel The Hunger Games ini cocok buat jadi bacaan kalian. Jangan berharap banyak tentang suguhan romancenya di novel ini, jelas bahwa di novel The Hunger Games percintaan jadi hal yang di nomer terakhirkan, tapi jangan kecewa dulu, justu karena itulah percintaan di novel ini jadi semakin berbobot bukan hanya sekedar romance yang di buat seenaknya. Pembaca memang akan di buat bingung dan mungkin benci pada tokoh utama (Read: Katniss Everdeen ) itu adalah permainan dari sang penulis  Suzanne Collins, yang perlahan baru bisa di identifikasi.

Novel ini menyuguhkan tentang Petualangan dan Aksi yang menggambarkan kehidupan di masa depan. Dimana pemimpinan pusat ada di Capitol, sedangkan bawahannya adalah 12 District dan 1 District yang habis di bumi hanguskan. Dan tiap-tiap District itu harus memberikan satu remaja perempuan dan satu remaja laki-laki antara usia 12-18 tahun (yang nanti di sebut Tribute) untuk melakukan sebuah permainan tahunan yang sama yang di sebut The Hunger Games itu sendiri, sebuah permainan yang mengharuskan untuk membunuh Tribute lainnya untuk jadi pemenang. Kalau di tanya kenapa mereka tetep aja mau mengikuti permainan itu, jawabannya simple, tiap pemenang akan mendapatkan reward yang mengiurkan, dan sebagian dari mereka memang kekurangan di bidang finansial. Lagipula proses pencalonan tribute itu berdasarkan lotre, jadi mau tak mau jika memang namanya keluar dia harus berjuang di Hunger Games nanti. Sekalipun mereka tahu, mereka tak mukin bertahan, dan mati cepat. yang bisa dilakukan hanya berusaha memperlambat kematian diri sendiri. Sedikit menjurus ke gore memang novel ini, tapi dari situlah pembaca mendapat gambaran dan kecohan yang di buat penulis. Menebak mana lawan dan mana kawan. Dan pada akhirnya sendirian.
Kekejaman dari system pemerintahaan Capitol begitu disoroti dalam novel, menggambarkan sebuah era di mana masyarakatnya tak berdaya melawan pemerintahannya sendiri. Dan yang menjadi tumbalnya adalah mereka yang masih remaja di District-Distric itu. 

Trilogi Hunger Games ini sangat sarat akan emosi. Pada trilogy pertama novel ini memangg menggambarkan ketidak berdayaan, bingung dan putus asa yang sangat bercampur aduk. memainkan emosi dari pembaca membuat pembaca menebak-nebak. Pengenalan arena juga sangat apik di ceritakan. Di seri ini mereka masih remaja banget, membayangkannya bukan hal yang sulit, malah asik banget.

Trilogy kedua Catching Fire mulai mengembangkan percintaan. dan dari percintaannya itu malah menjurus ke masalah lainnya. Kebingungan pada siapa harus berpihak antar Tribute nantinya, dan di novel kedua ini adalah yang terbaik diantara ketiganya. Penggambaran tiap-tiap tokohnya begitu melekat, bagian di setiap tribute di jelaskan. Buku ke dua juga buku yang paling sedih, kalau menurutku, karena Katniss sudah tahu bagaimana perasaannya yang sebenarnya. Lagipula aku suka semua karekter tribute senior, mereka kompak dan punya ceritanya masing-masing.

Trilogi ketiga Mockingjay adalah seri buku penutup dan akhir, kllimaksnya. Menguak semua hal, perasaan campur aduk, terkekang, putus asa, kemungkinan gugur yang jauh lebih besar. Dan boom ternyata Rebelion sudah benar-benar matang perencanaannya, dan kunci utama kehancuran ada di tangan Katniss.
Kalau menurutku sih Katniss Everdeen ini bisa jadi tokoh yang protagonist dan antagonis, tergantung kemana arah pikirannya, dia nggak bisa ditebak, but itu keren sekali, aku suka tipe tokoh yang seperti itu. Tokoh-tokoh lain juga gak kalah penting, dan bagian yang gak aku suka itu Cuma satu di saat sudah kesusahan pasti ada aja yang terpisah, bahkan ada yang meninggal. Oh Gosh.. Rasanya pingin marah, apalagi tokoh favoritku mati dan itu Cuma dijelasin dengan dua baris, beehh itu sakit loh di hati pembaca huaaaa…. need more explation, Suzanne Collinn!


NB PENTING! Link di bawah.
Film ketiga Mockingjay sudah selesai syuting, dan buat kalian yang mau merasakan sentakan yang lebih, Baca bukunya guys, jamin deh keren. Suwer gua. Baca sebelum filmnya dirilis! Kekuatan film itu biasanya mendramatisir apa yang kurang di buku dan buku itu biasanya mengobrak-abrik pembacanya. Dua-duanya keren.
Postingan minggu depan adalah khusus tentang tiap serinya. Buat yang mau baca stay tune ya
May the odds be ever in your favor! 
 
Link untuk ebooknya:
Download The Hunger Games 1
Download ebook Catching Fire
Download ebook Mockingjay

Kalau gak bisa coba link yang di bawah ini..

Download ebook trilogy The Hunger Games (file type PDF) Bahasanya Inggris memang, tapi sekedar info aku sudah baca dan membaca versi tulisan asli (asli bahasa Inggris) itu jauh lebih ngena. Tapi Ati-ati sakit mata, minusku nambah coy gara-gara kebanyakan baca ebook. Yang jelas lebih enak baca bukunya sih, lebih legal dan aman bagi mata. Lagipula di took buku ada yang bahasa Indonesia, kalau ebook yang tersedia kan masih bahasa Inggris semua nih..

Ada yang udah baca belum? aku suka Finnick Odair, Joanna sama Peeta Melark! yuhuuuu.. kalian suka siapa? Yo kita tunggu in yuk Mockingjay Part 1 bakal tayang 21 November 2014 dan Mockingjay Part 2 20 November 2015!! Happy Hunger Games!